Pages

Tukang semir hingga menjadi pesepakbola Dunia, Itulah Pele !



Ada banyak ekspresi saat para pemain bola telah mencetak gol. Ada yang bergaya menggendong bayi, ada yang salto, ada pula yang berjoged. Namun satu hal yang diingat oleh para penikmat sepak bola adalah gaya menyemir sepatu. Ini merupakan gaya khas Pele. Gaya ini bukanlah tanpa makna, sebelum menjadi pemain sepak bola Pele ternyata pernah bekerja sebagai tukang semir sepatu. Maklum saja ia dibesarkan di keluarga yang secara ekonomi memiliki keterbatasan. Sekolahnya saja hanya sampai kelas 4 SD karena keterbatasan biaya. Namun dengan segala keterbatasan itu ia sangat senang sekali bermain bola. Ia sering melihat ayahnya bermain bola dan ia pun diajari ayahnya bermain bola. 

Di sedang tidak bermain bola ia menyemir sepatu untuk mencari uang. Walaupun seorang penyemir sepatu namun ia memiliki bakat yang luar biasa dalam hal bermain sepak bola. Bakatnya pertama kali ditemnukan saat usianya 11 tahun. Bakatnya ditemukan oleh mantan pemain Brasil Waldemar de Brito. Lalu ia membawa anak itu ke Sao Paolo. Ia meyakinkan tim Santos bahwa Pele akan menjadi pemain besar nantinya. Dan di usianya yang ke 15 Pele mulai bermain di tim Santos. Ia menunjukkan permainan terbaiknya setiap ia bermain sampai akhirnya ia terpanggil untuk memperkuat Brasil di Piala dunia 1958 di Swedia.

Di debut pertamanya di piala dunia itu saat usianya baru 17 tahun ternyata ia berhasil mencetak 6 gol dan membawa timnas Brasil merebut juara piala dunia 1958. Karir Pele pun semakin berkembang. Bisa dibilang Ia merupakan pemain yang membentuk permainan cantik timnas Brasil. Bersama timnas Brasil ia telah mengikuti 4 kali piala dunia yaitu di tahun 1958, 1962, 1966, dan 1970. Dari empat piala dunia yang diikutinya 3 kali ia berhasil membawa negerinya menjuarai piala dunia yaitu di tahun 1958, 1962, dan 1970. Di piala dunia 1966 Brasil gagal lolos dan harus tersingkir di babak awal setelah Pele mengalami cidera di babak penyisihan akibat tekel – telel keras yang diarahkan padanya.

Pele telah menjadi pemain terbaik dunia saat itu. Setelah ia pensiun dari dunia sepak bola ia pun menjadi duta PBB dan UNICEF. Pele telah membuktikan bahwa kemiskinan tidak menghalangi seseorang untuk meraih cita – cita.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

copyright © . all rights reserved. designed by Color and Code

grid layout coding by helpblogger.com